Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Peristiwa · 30 Jan 2023 14:47 WIB

Agar Bisa Sekolah, Siswa di Lumajang Terobos Aliran Lahar Semeru


					TEROBOS: Sejumlah siswa terpaksa menerobos aliran lahar hujan agar bisa bersekolah. (foto: Asmadi) Perbesar

TEROBOS: Sejumlah siswa terpaksa menerobos aliran lahar hujan agar bisa bersekolah. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Banjir lahar hujan Gunung Semeru yang terjadi Minggu (29/1/2023) sore, membuat warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang terisolasi.

Akibatnya, sejumlah siswa terpaksa menerobos aliran sungai Regoyo untuk menuju sekolah maupun sepulangnya. Seperti yang terlihat pada Senin (30/1/2023) pagi.

Sejumlah siswa nekat menerobos arus sungai yang alirannya deras untuk menuju sekolah. Sebagian siswa justru harus digendong oleh orang tuanya.

Hal itu dilakukan demi keselamatan siswa saat menyeberangi aliran sungai bekas banjir lahar. Para orang tua dan siswa harus berjuang dengan menyeberangi sungai lahar tanpa alas kaki.

Siswa menenteng sepatu sekolah agar tidak basah dan rusak demi menerobos jalur lahar. Kondisi ini akan terus berlangsung jika banjir lahar masih menerjang kawasan itu.

Salah seorang siswa, Cindy mengaku terpaksa harus menyeberangi jalur lahar lantaran tak ada jalan lain untuk menuju sekolah.

“Jembatannya rusak jadi harus menyeberang sungai. Tiap hari kalau berangkat sekolah ya seperti ini kalau ada banjir,” kata Cindy, Senin (30/1/23).

Sejatinya, Cindy was-was saat menerobos aliran lahar. Namun, rasa itu harus ia lawan lantaran tak ada pilihan lain agar ia tetap sekolah. “Sebenarnya takut tapi tidak ada jalan lagi,” akunya.

Kepala SDN Jugosari 03, Yulianti mengatakan, banjir lahar hujan kali ini berdampak tingkat kehadiran siswa. Sebab, dari puluhan siswa yang berasal dari Dusun Sumberlangsep, hanya sebagian yang masuk sekolah.

“Dari Sumberlangsep ada 38 siswa. Berkurang lebih dari separuh tidak masuk karena banjir kemarin cukup besar,” ujar dia.

Pihak sekolah, sambungnya, mentoleransi sebagian siswa yang absen lantaran situsasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk tetap masuk sekolah.

Sebagai antisipasi, menurut Yulianti, kedepan pihak sekolah akan mengakhiri Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) lebih awal apabila cuaca buruk datang.

“Jika kondisi cuaca kurang bersahabat, kami akan memulangkan anak-anak lebih awal, khawatir nanti mereka terjebak banjir,” pungkasnya. (*)

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa