Menu

Mode Gelap
Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember

Hukum & Kriminal · 4 Feb 2023 00:54 WIB

MA Tolak Kasasi Hasan-Tantri, Hukuman Penjara 4 Tahun Tetap Berlaku


					DITAHAN: Bupati Probolinggo non-aktif dan suaminya saat tiba di kantor KPK Jakarta. (foto: dok) Perbesar

DITAHAN: Bupati Probolinggo non-aktif dan suaminya saat tiba di kantor KPK Jakarta. (foto: dok)

Surabaya,- Asa Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin untuk bebas lebih cepat dari masa hukuman kandas. Hal itu terjadi setelah permohonan kasasi yang diajukan keduanya ditolak Mahkamah Agung (MA).

Tantri dan suaminya Hasan tetap dihukum 4 tahun penjara karena terbukti dalam kasus suap jual-beli jabatan Penjabat Kepala Desa (Pj. Kades).

“Tolak penuntut umum dengan perbaikan kualifikasi terbukti Pasal 11 pidana masing-masing 4 tahun penjara,” bunyi amar putusan kasasi seperti dilansir website MA, Jumat (3/2/2023).

Selain itu, MA juga tetap menjatuhkan denda Rp 200 juta kepada terdakwa pasangan suami istri (pasutri) itu. Bedanya, subsider ditambah menjadi 6 bulan penjara sebagai pengganti jika keduanya tak membayar denda.

Tantri dan suaminya divonis 4 tahun penjara di Tipikor Surabaya Kamis, (2/12022). Sidang dipimpin Hakim Ketua Dju Johnson Mira M yang didampingi dua hakim anggota, Emma Ellyani dan Abdul Ghani.

Majelis hakim menilai, kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 12 huruf A atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999. Sebagaimana yang telah dirubah dalam UU Nomor 20 tahun 2021.

Vonis yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umun (JPU). Diketahui, JPU menuntut Hasan-Tantri 8 tahun penjara dan denda Rp 800 juta.

Seperti diketahui, Hasan-Tantri KPK di rumah pribadinya di Jalan Raya Ahmad Yani No 9, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (30/8/2021). Selain mereka, juga ditangkap 8 orang lain, yang terdiri dari camat, ajudan hingga calon Pj. Kades. (*)

 

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Polres Pasuruan Kota Gerebek Penjual Miras di Panggungrejo

30 Maret 2025 - 19:43 WIB

Razia Malam di Kota Pasuruan, Puluhan Kendaraan Disita, Empat Remaja Positif Narkoba

30 Maret 2025 - 19:29 WIB

Terdakwa Pencurian Motor di Pasuruan Dibebaskan, Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

27 Maret 2025 - 17:13 WIB

Jelang Lebaran, Kades di Jember jadi Korban Pemerasan Oknum LSM

27 Maret 2025 - 04:51 WIB

Seekor Kerbau di Lumajang Dicuri dan Dimutilasi

26 Maret 2025 - 17:06 WIB

Trending di Hukum & Kriminal