Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Peristiwa · 13 Feb 2023 19:01 WIB

Material Sisa Erupsi Menumpuk di Bibir Kawah Semeru, BPBD Minta Masyarakat Waspada 


					BERBAHAYA: Kondisi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang masih sangat fluktuatif. (foto; Asmadi) Perbesar

BERBAHAYA: Kondisi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang masih sangat fluktuatif. (foto; Asmadi)

Lumajang,- Pasca erupsi pada Desember 2022 lalu, hingga kini status Gunung Semeru masih berada di level III (Siaga). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu pun sering mengalami letusan.

Selain itu, sisa material erupsi pada tahun lalu masih menumpuk di bibir kawah jogring saloko dan terus mengeluarkan asap pekat yang disertai abu vulkanik.

Berdasarkan laporan PVMBG Pos Pantau Gunung Api Semeru selama 6 jam terakhir, Senin (13/2/2023), teramati terjadi satu kali letusan disertai luncuran asap kelabu kecoklatan dengan tinggi 500 meter.

Gempa letusan juga terjadi sebanyak 14 kali dengan amplitudo 13-21 mm, dan lama gempa 65-100 detik. Disamping itu, ada satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 9 mm berdurasi 45 detik.

Atas kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru untuk tetap waspada.

Sebab, bencana kapan saja bisa terjadi tanpa mengenal siang dan malam. Tak hanya itu, masyaraka juga diminta untuk jaga jarak pada radius tertentu sebagai upaya mitigasi bencana erupsi Semeru.

Jarak yang direkomendasikan yakni tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 KM dari puncak (pusat erupsi).

“Tidak boleh ada aktivitas sepanjang 13 kilometer dari puncak yang mengarah ke Besuk Kobokan,” jelas Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo.

Wawan juga meminta agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Sebab, dikhawatirkan adanya potensi banjir lahar susulan.

“Kita khawatirkan kalau ada banjir lagi, itu bisa meluas sampai 17 kilometer,” kata dia.

Oleh sebab itu, bagi warga lereng Gunung Semeru yang bisa beraktivitas di sekitar radius jarak tersebut diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kami tetap mengimbau kepada masyarakat yang berkegiatan di area besuk kobokan tetap waspada dan hati-hati karena Gunung Semeru masih dalam posisi siaga level III,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa