Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Sosial · 26 Sep 2023 21:06 WIB

Tradisi Maulid di Desa Kepuh Pasuruan, Berebut Buah hingga Daster


					MERIAH: Aneka barang dipersiapkan warga Desa Kepuh, Kejayan, Pasuruan, untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (foto: Moh. Rois) Perbesar

MERIAH: Aneka barang dipersiapkan warga Desa Kepuh, Kejayan, Pasuruan, untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (foto: Moh. Rois)

Pasuruan,- Warga Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara yang unik dan meriah. Tradisi berberebut aneka barang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan maulid di desa ini.

Setiap tahun, menjelang peringatan Maulid Nabi, warga Desa Kepuh bersiap-siap merayakan maulid. Aneka barang, mulai dari pakaian anak-anak hingga dewasa, digantungkan di sekitar bambu yang telah dibentuk menjadi lingkaran besar.

Tidak hanya itu, sejumlah balon juga dipajang agar suasana semakin meriah. “Ini sudah tradisi, warga sini menyebut Rebu’en atau berebut,” kata Mohamad Yunus, Selasa (26/9/2023) sore.

Menurutnya, tradisi ini mengharuskan warga untuk mengeluarkan uang sebesar 500 ribu hingga 1 juta lebih untuk ikut serta. Setelah itu, barang-barang yang telah tertata dengan apik akan dinaikkan ke atas bambu setinggi 10 meter.

“Puncak acara terjadi setelah pembacaan sholawatan selesai. Acaranya nanti malam, warga nanti merebut aneka barang yang tergantung di bambu,” ujar Yunus.

Warga lainnya, M. Munir menyebut, yang membuat tradisi ini semakin istimewa adalah semangat kebersamaan warga. Mereka bergotong-royong iuran untuk membeli aneka barang yang nantinya bakal diperebutkan.

Menurutnya, tradisi berebut aneka barang ini, tidak hanya berlangsung di Desa Kepuh, namun juga di beberapa desa lainnya di sekitar Kabupaten Pasuruan.

“Ini sudah menjadi tradisi warga sini dan menjadi warisan budaya yang dijunjung tinggi dan menjadi momen penting untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” jelasnya. (*)

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Akan Gelar Open House, Warga Boleh Datang, Dilarang Bawa Oleh-oleh

30 Maret 2025 - 16:18 WIB

Waspada Bencana saat Libur Lebaran, BPBD Pasuruan Siaga Penuh 24 Jam

29 Maret 2025 - 18:18 WIB

Polres Pasuruan Sediakan Layanan Titip Kendaraan bagi Pemudik

29 Maret 2025 - 17:06 WIB

Program Berkah Nusantara PLN Nusantara Power UP Paiton Bagikan Seribu Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

29 Maret 2025 - 12:53 WIB

Waspada Microsleep saat Mudik, Ini Tips Pencegahannya

29 Maret 2025 - 11:12 WIB

Empat Pos Pengamanan dan 300 Aparat Siap Amankan Lebaran di Kota Probolinggo

28 Maret 2025 - 17:37 WIB

Trending di Sosial