Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Pendidikan · 15 Okt 2023 17:23 WIB

Kreatif! Pelajar SMK di Pasuruan Ubah Minyak Jelantah jadi Sabun Transparan


					KREATIF: Seorang pelajar SMK Negeri 1 Sukorejo, Kabupaten Pasuruan,  menunjukkan sabun transparan berbahan minyak jelantah. (foto: Moh. Rois) Perbesar

KREATIF: Seorang pelajar SMK Negeri 1 Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, menunjukkan sabun transparan berbahan minyak jelantah. (foto: Moh. Rois)

Pasuruan,- Para pelajar SMK Negeri 1 Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, berhasil menciptakan inovasi menarik dengan menjadikan minyak jelantah bekas sebagai bahan dasar pembuatan sabun transparan.

Inovasi ini muncul sebagai respons atas banyaknya masyarakat yang membuang minyak goreng bekas secara sembarangan. Padahal, minyak jelantah sejatinya bisa didaur ulang menjadi komoditas berharga mahal.

Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini ditangan para pelajar ini, menjadi bahan utama dalam pembuatan sabun cuci tangan.

Pelajar SMK Negeri 1 Sukorejo, Wiyanda Pasha Azzahra menyatakan bahwa pembuatan minyak jelantah sangat mudah. Apalagi bahan baku minyak jelantah juga mudah didapatkan.

“Minyak jelantah jelantah ini kami minta pada warga disekitar sekolah,” kata Zahra saat dikonfirmasi, Minggu (15/10/23).

Proses pembuatan sabun dari minyak jelantah ini melibatkan beberapa bahan, termasuk soda api, alkohol, gula, arang, dan ekstrak daun lidah buaya. Bahan-bahan lalu diolah menggunakan peralatan yang telah disiapkan.

“Proses ini memerlukan waktu sekitar 30 hingga 45 menit,” jelas Zahra.

Guru pembimbing praktik kimia industri SMK Negeri 1 Sukorejo, Hanik Mualifah menyebut, selain mengurangi limbah minyak goreng, pembuatan sabun dari minyak jelantah juga merupakan metode pembelajaran praktik yang mendorong siswa untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif.

“Beberapa tahun lalu, pembuatan sabun dari minyak ini diujikan dalam kompetisi LKS hingga tingkat prolovinsi,” jelas Hanik.

Hasil produksi sabun cuci tangan padat dan transparan dari pelajar SMK kelas 12 ini sudah digunakan di lingkungan sekolah dan dapat digunakan sehari-hari oleh para pelajar untuk mencuci tangan.

“Sementara kita manfaatkan untuk kalangan internal dulu, mudah-mudahan kedepan pemanfaatannya bisa lebih luas,” harap Hanik. (*)

 

 

Editor: MohamadS

Publisher: Moh. Rochim

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Trending di Pendidikan