Menu

Mode Gelap
Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

Ekonomi · 9 Feb 2024 18:33 WIB

Populasi Ternak di Kabupaten Probolinggo Capai Ratusan Ribu


					MELIMPAH: Suasana keramaian Pasar Hewan Besuk di Kecamatan Besuk pada Kamis (9/2/2024) kemarin. (foto: Ali Ya'lu). Perbesar

MELIMPAH: Suasana keramaian Pasar Hewan Besuk di Kecamatan Besuk pada Kamis (9/2/2024) kemarin. (foto: Ali Ya'lu).

Probolinggo,- Populasi ternak di Kabupaten Probolinggo terbilang cukup bagus. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengklaim, jumlahnya akan aman untuk memenuhi kebutuhan selama satu tahun ke depan.

Kabid Keswan Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Nikolas Nuryulianto mengatakan, populasi ternak di Kabupaten Probolinggo jumlahnya mencapai ratusan ribu.

Mulai dari sapi, kambing, domba, termasuk juga kerbau. Populasi sapi saat ini ditaksir mencapai sekitar 235.000 ekor.

Sedangkan populasi kambing dan domba, jumlah berkisar antara 50.000 hingga 60.000 ekor.

“Hanya kerbau ini yang jumlahnya tidak banyak, sekitar 11 ekor,” kata Nikolas, Jumat (9/2/24).

Ia menyebut, dengan jumlah populasi yang banyak itu, kebutuhan daging dalam daerah akan mampu terpenuhi.

Sehingga, tidak perlu ada kekhawatiran kekurangan daging pada masa-masa menjelang perayaan hari raya atau hari-hari biasa.

“Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan jumlah populasi ternak pada tahun lalu. Sehingga, ini akan sangat aman untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Meski begitu, ia berharap para peternak tetap terus menjaga kesehatan ternaknya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kasus luar biasa (KLB) terhadap ternak.

Seperti halnya yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, yakni sebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang membuat peternak sempat kelimpungan.

“Misal ada KLB, tentu ini yang akan mengganggu populasi. Dan semoga saja tidak terjadi,” ucapnya. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Agung Wahyudi

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi