Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Lingkungan · 27 Feb 2024 11:34 WIB

Musim Hujan, 88 KK di Lumajang Justru Krisis Air Bersih


					KRISIS AIR BERSIH: Warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Misnoto, sedang mengambil air bersih dari saluran air milik tetangganya. (foto: Asmadi). Perbesar

KRISIS AIR BERSIH: Warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Misnoto, sedang mengambil air bersih dari saluran air milik tetangganya. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Sebanyak 88 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Wangkit, RT/001, RW/004 Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang mengalami kekeringan selama 3 bulan terakhir.

Warga Desa Sentul, Misnoto (45) menjelaskan, banyak sumur dan sumber air di desanya tidak lagi mengeluarkan air. Bahkan sumur dengan kedalaman 15 meter miliknya pun juga sudah tidak mengeluarkan air.

“Sudah tiga bulan kekeringan ini terjadi. Padahal wilayah Kabupaten Lumajang sudah beberapa bulan terakhir sudah memasuki musim hujan,” kata Misnoto, Selasa (27/2/24).

Misnoto menjelaskan, air di sumunya masih ada, hanya sudah sangat sedikit dan kotor. Apabila ditimba, airnya ada bercampur lumpur dengan warna kecoklatan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kata dia, ia mengambil ke rumah saudaranya sejauh 500 meter dengan menggunakan kendaraan roda dua.

“Itu saya lakukan untuk keperluan cuci baju dan mandi saja. Kalau minum, beli isi ulang (galon) Rp5 ribu,” jelasnya.

Menurut Misnoto, di desanya ada sekitar 88 KK yang mengalami kerisis air bersih. Saat ini, pemerintah desa dibantu warga sedang membangun saluran air bersih yang diambil dari sumber mata air dengan jarak 1,2 kilometer dari pemukiman warga.

Ketua Swadaya Pembangunan Saluran Air Bersih Desa Sentul, Ali Misnadi menyebut, untuk membangun saluran air ke pemukiman warga, dibutuhkan anggaran biaya sebanyak Rp17 juta.

“Ada 88 KK yang kekurangan air, sumur mereka alamai kekeringan. Untuk itu kami dengan inisiatif warga dan desa membangun saluran air, dengan anggaran yang sudah kami keluarkan sebesar Rp 17 juta,” bebernya.

Beruntungnya, imbuh dia, ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang berupa 2 tandon penampungan air bersih.

“Alhamdulillah swadaya ini dibantu oleh BPBD Lumajang, yang telah memberikan dua tandon air yang nanti akan dipasang setelah proses pembangunannya selesai,” tandas Misnadi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono berharap, dengan bantuan 2 tandon kapasitas 1.100 liter itu, kebutuhan air bersih masyarakat bisa tercukupi.

“Dengan bantuan tandon tersebut, kami harap masyarakat bisa mencukupi kebutuhan air bersihnya,” pungkasnya. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Trending di Lingkungan