Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Ekonomi · 15 Mar 2024 15:14 WIB

Bulan Ramadan, Lampu Motif Kaligrafi Berbahan Paralon Banjir Pesanan


					KREATIF: Erwin Adi Prastika di samping lampu gantung hias bermotif kaligrafi buatannya. (foto: Hafiz Rozani). Perbesar

KREATIF: Erwin Adi Prastika di samping lampu gantung hias bermotif kaligrafi buatannya. (foto: Hafiz Rozani).

Probolinggo,- Masih ingat dengan sosok Erwin Adi Prastika (30) warga Jl. Serma Abdurrahman, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo yang membuat lampu hias dari paralon? Kini, pada bulan Ramadan usaha yang dirintis di rumahnya tersebut banyak menerima order lampu hias.

Ditemui di rumahnya, Jumat (15/3/2024), Erwin bersama rekannya Yuzak Pamungkas (30), warga Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo mengerjakan pesanan lampu hias dari paralon.

Erwin mengaku, jika sejak sebelum bulan Ramadan, ia telah menerima puluhan pesanan lampu hias dari paralon dengan motif kebanyakan tulisan kaligrafi.

Bahkan karena banyaknya pesanan, ia dan Yuzak harus lembur hingga malam hari untuk mengerjakannya.

“Sebelum bulan Ramadan, sudah banyak pesanan yang masuk dan rata-rata lampu hias bermotif tulisan kaligrafi. Paling banyak model lampu gantung. Selain itu, untuk pemesannya, selain perorangan, juga datang dari sejumlah pondok pesantren,” ujar Erwin, Jum’at (15/3/24).

Bahkan, ada salah satu lampu hias model gantung pesanan dari Pondok Pesantren Darussalam, Pasuruan. Lampu hias model gantung ini memiliki diameter sekitar 1,5 meter, dan tinggi sekitar 50 meter.

Tak hanya itu, untuk motif kaligrafi keliling lampu hias gantung dari paralon ini yakni, Ayat Kursi dengan kaligrafi di atasnya bertuliskan syahadat.

Kemudian, lampu yang digunakan sekitar 30 lampu dengan berbagai jenis, dengan total daya lampu berdaya sekitar 100 Watt.

“Untuk mengerjakan lampu hias gantung ini dibutuhkan waktu satu bulan penuh, mulai dari desain awal, pemasangan dan pengecatan lampu. Lampu hias gantung ini saya jual dengan harga Rp 12 juta,” ujarnya.

Bahkan, menginjak awal Ramadan pun, sudah ada 14 pesanan yang mengantre untuk dikerjakan.

Pesanan diperkirakan akan terus bertambah mengingat selain untuk hiasan, produk tersebut bisa untuk souvenir atau oleh-oleh Hari Raya Idul Fitri.

“Selain ada pesanan yang menunggu, saat ini kami juga sedang mengerjakan lampu hias kaligrafi pesanan dari Ponpes Nurul Jadid, Paiton, yang semuanya berbahan dasar pipa paralon,” Erwin memungkasi. (*)

 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 142 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi