Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Budaya · 2 Apr 2024 11:28 WIB

Motif Natural, Batik Eco Print Banyak Diburu Jelang Lebaran


					KREATIF: Perajin Batik Eco Print, Rina Setiowati menunjukkan batik hasil produksinya. (foto: Hafiz Rozani). Perbesar

KREATIF: Perajin Batik Eco Print, Rina Setiowati menunjukkan batik hasil produksinya. (foto: Hafiz Rozani).

Probolinggo,- Perkembangan batik saat ini semakin maju dengan berbagai macam cara pembuatan pun motinya. Salah satunya batik eco print, yang dibuat oleh salah satu butik di Kota Probolinggo.

Kini batik tersebut banyak diburu pembeli untuk baju lebaran. Nutik batik yang menggunakan teknik eco print ini bernama Griya Batik Zahra, yang berada di Jalan Suyoso, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Batik Eco print sendiri merupakan teknik memberi pola pada kain dengan berbagai macam daun, mulai daun jati, hingga kenikir.

Kemudian kain yang telah diberi daun ini, kemudian digulung, kemudian dikukus selama dua jam. Selanjutnya batik dicuci dan dijemur atau di angin-anginkan selama tujuh hari.

Di kalangan perajin baik yang asli, teknik eco print tidak digolongkan sebagai kerajinan batik.

Sebab teknik batik yang asli menggunakan malam. Sehingga eco print dianggap sebatas menggambar motif batik.

Pemilik Griya Butik Zahra, Rina Setyowati (52) mengatakan, teknik batik eco print ini mulai digemari masyarakat sejak 10 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2014.

Saat itu kecenderungan menggunakan daun jati, karena bagi pemula tingkat keberhasilannya mencapai 100 persen.

“Kemudian lima tahun belakang batik eco print mulai inovatif, bahkan menggunakan semua daun juga bisa digunakan asal dari mordan awal atau pewarnaan awal,” ujar Rina.

Batik eco print di Griya Butik Zahra awalnya hanya kain saja. Sakarang sudah bisa menggunakan media selendang, topi, tas, hingga jilbab syar’i.

Menjelang lebaran, batik eco print khususnya mukena laris diburu. Selain natural, juga motifnya unik berbentuk daun-daunan. Warnanya juga soft atau tidak begitu mencolok saat digunakan.

Harga batik Eco Print cukup variatif mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung kain, ukuran, hingga motif batik eco print.

“Selain mukena batik eco print yang diminati pembeli jelang lebaran, juga topi batik eco print yang saat ini juga diminati wisatawan mancanegara,” imbuh Rina.

Penasaran dengan batik Eco Print? Tidak ada salahnya membeli. Silakan datang ke Griya Butik Zahra, ada berbagai pilihan batik Eco Print disana. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

5 April 2025 - 16:13 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)

5 April 2025 - 12:41 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

4 April 2025 - 20:35 WIB

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Festival Seribu Sego Takir Sambut Hari Jadi Lumajang ke-769

31 Desember 2024 - 06:58 WIB

Trending di Budaya