Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Ekonomi · 29 Mei 2024 21:00 WIB

Stok Sapi Potong di Lumajang Melimpah meski Harga Naik


					NAIK HARGA: Harga sapi potong di Pasar Hewan Lumajang mulai naik hingga kisaran 10 persen. (foto: Asmadi). Perbesar

NAIK HARGA: Harga sapi potong di Pasar Hewan Lumajang mulai naik hingga kisaran 10 persen. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi potong di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Lumajang, mulai meroket. Naiknya harga jual sapi disinyalir lantaran banyaknya permitaan.

Penelusuran PANTURA7.com, harga sapi yang awalnya Rp15 juta, kini naik hingga Rp17 juta per ekor. Sedangkan sapi kategori bobot besar, harganya mencapai Rp22 juta hingga Rp26 juta per ekor.

Pedagang sapi di Pasar Patok Lumajang, Sutrisno mengakui, harga sapi disesuaikan dengan permintaan masyarakat. Jika permintaannya tinggi, maka harga sapi akan semakin mahal.

“Karena kan, kalau permintaannya tinngi, pastinya harga sapi akan mahal, apalagi sudah mendekati Hari Raya Kurban,” kata Sutrisno, Rabu (29/5/24).

Sementara itu, Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni menyampaikan, kenaikan harga sapi potong dan hewan qurban lainnya masih sangat wajar. Sebab, kebutuhan akan hewan qurban memang meningkat.

“Insya-Allah kebutuhan hewan kurban di Lumajang itu bisa kita cukupi. Kalau soal harga itu hal yang wajar,” ujar wanita yang akrab disapa Yuyun itu.

Lebih lanjut Yuyun menyampaikan, stok hewan qurban milik peternak Lumajang masih mencukupi. Artinya, tidak perlu mendatangkan sapi dari luar Lumajang.

“Karena hewan ternak untuk kebutuhan qurban di Lumajang sendiri masih mencukupi,” ungkapnya.

Meski begitu, imbuh Yuyun, sebelum diperjual belikan di Pasar Hewan Lumajang, hewan qurban tersebut harus dicek kesehatannya karena dikhawatirkan terpapar PMK dan Lato-lato.

“Nah ini yang harus kita lakukan pengawasan pengedaran, termasuk juga bagaimana usia hewan kurban yang akan dipasarkan. Hewan qurban ada batasannya, ada syaratnya, nah ini harus bisa kita lihat,” pungkasnya. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moh. Rochim

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi