Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Pemerintahan · 31 Mei 2024 13:49 WIB

Pemkab Lumajang Sebar Ratusan PKM ke 250 Desa untuk Atasi Stunting


					Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono. (foto: Asmadi). Perbesar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Untuk mempercepat penurunan angka Stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyiapkan 268 Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang sebelumnya telah dilatih. Ratusan KPM ini akan disebar di 250 desa.

“Kami memiliki 268 KPM yang tersebar di 205 desa, dimana seluruh KPM ini telah terlatih dalam penanganan stunting,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, Jumat (31/5/24).

Menurut Agus, saat ini pemerintah memang tengah fokus dalam menurunkan stunting, sebab stunting dinilai ini bisa berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Stunting juga akan berdampak pada tingkat kecerdasan hingga dibawah 20 persen dari rata-rata manusia,” jelas Agus.

Oleh karenanya, pihaknya mendorong KPM untuk terus berusaha mendampingi para remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga balita yang ada di masing-masing desa agar desa terbebas dari stunting.

“Dengan memberikan pemahaman yang cukup kepada masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya faktor ini dapat meningkat, sehingga angka stunting di Lumajang dapat ditekan secara signifikan,” ungkapnya.

Menurut Agus, asupan gizi yang baik sangat penting karena status gizi calon pengantin akan memengaruhi pertumbuhan janin selama kehamilan.

“Hal yang sudah dilakukan teman-teman KPM ini adalah memperhatikan asupan gizi calon pengantin, karena kami menyadari rata-rata kasus seperti ini berasal dari keluarga tidak mampu,” ia menambahkan.

Agus menyebut, salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah tingginya angka perkawinan dini dan nikah siri. Hal tersebut menjadi faktor utama penyebab stunting di kota pisang.

“Teman-teman KPM telah berupaya keras mengedukasi para pengantin muda agar bersedia menjalani bulan madu dengan sempurna. Ini berarti menunda kehamilan hingga usia yang lebih matang dan memungkinkan, yang pada gilirannya dapat menghambat proses terjadinya stunting anak,” pungkasnya. (*)

 

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan