Menu ✖

Mode Gelap

Budaya · 24 Jul 2024 19:15 WIB

Besok, Explore Piodalan #2 Bakal Digelar di Pura Lereng Gunung Semeru


					PIODALAN: Umat Hindu saat menggelar ritual Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Lumajang. (foto: Asmadi). Perbesar

PIODALAN: Umat Hindu saat menggelar ritual Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Lumajang. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Pura Mandhara Giri Semeru Agung berada di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabuapten Lumajang. Pura di kaki gunung Semeru ini menjadi salah satu pura yang dituakan oleh Ummat Hindu di Indonesia.

Meski Bali terkenal dengan  warga yang mayoritas menganut Agama Hindu, namun keberadaan pura tertua di Indonesia justru berada di Kabupaten Lumajang, yang berjuluk Kota Pisang.

Sebagai tempat ibadah umat Hindu, tentu agak janggal mendengar pura tertua di Indonesia dibangun di kota yang sebagian besar warganya beragama non-Hindu.

Tetapi, inilah Indonesia yang sebenarnya. Negeri yang amat menjunjung tinggi keanekaragaman, tanpa terpisah tembok perbedaan.

Pura yang dituakan oleh Ummat Hindu itupun tidak pernah sepi, ada berbagai kegiatan seperti kesenian, upacara Ummat Hindu, dan acara lain yang digelar oleh pemerintah desa, kecamatan pun kabupaten.

Nah, bagi masyarakat yang ingin menambah wawasan dan mengetahui lebih dalam mengenai Pura Mandara Giri Semeru Agung, bisa datang ke pura, Kamis (25/7/2024) besok.

Sebab di pura, ada komunitas Aesthetic Squad Lumajang yang akan menggelar kegiatan bertajuk Explore Piodalan #2, sejak pukul 14.00 WIB.

Salah satu panitia acara, Rahmat Arif Triantono mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan budaya bangsa kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Tujuannya, agar anak-anak muda bisa mengetahui tentang budaya dan potensi lokal yang ada di Lumajang,” kata Rahmat saat dikonfirmasi di Pura Mandgara Giri Semeru Agung, Rabu (24/7/2024).

“Acara tersebut juga akan diisi dengan pertujukan pagelaran seni mahasiswa Chandarwa Singaraja, Bali serta explore dan sharing tentang Pura Mandara Giri Semeru Agung,” jelasnya.

Agar kian menarik, imbuhnya, panitia akan memberi kesempatan kepada tiga orang narasumber yang tahu betul tentang sejarah dan makna soal pura.

“Jadi ada tiga narasumber, yang pertama itu dari pure sendiri, kemudian yang kedua yang mengerti sejarah purenya, dan yang ke tiga dari Bali,” paparnya.

Rahmat berharap, acara tersebut dapat memberikan pengetahuan dan wawasan sekaligus menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap kebudayaan yang ada di Lumajang.

“Harapannya generasi muda Lumajang nantinya dapat mengetahui tentang potensi lokalnya, sekaligus menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap kebudayaan yang ada di Lumajang,” pungkasnya. (*)

 

 


Editor: Mohammad S

Publisher: Moch. Rochim


 

Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

5 April 2025 - 16:13 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)

5 April 2025 - 12:41 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

4 April 2025 - 20:35 WIB

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Festival Seribu Sego Takir Sambut Hari Jadi Lumajang ke-769

31 Desember 2024 - 06:58 WIB

Trending di Budaya