Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 9 Nov 2024 17:42 WIB

Petani Kota Probolinggo Sukses Tanam Kubis di Dataran Rendah


					Hariyanto, sedang menyiram Tanaman Kubis yang ditanamnya di area persawahan Kelurahan Pilang, Kota Probolinggo. Perbesar

Hariyanto, sedang menyiram Tanaman Kubis yang ditanamnya di area persawahan Kelurahan Pilang, Kota Probolinggo.

Probolinggo, – Kubis idealnya ditanam di di daerah dengan suhu sejuk atau didaerah dataran tinggi. Namun petani di Kota Probolinggo berhasil menanam kubis di dataran rendah.

Tak kalah dengan dataran tinggi, kubis yang ditanam di dataran rendah cukup bagus dan ukurannya besar.

Sukses bertanam kubis di tanam di dataran rendah dialami Hariyanto (35), warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Bermodal pengalaman menanam kubis di daerah Sukapura, lereng Gunung Bromo selama dua tahun, ia akhirnya mencoba menanam kubis di sawah di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Tak ada perlakuan khusus pada perawatan kubis yang ditanam.  Bahkan bibitnya sama dengan bibit yang ditanam petani di Sukapura. Namun, kubis di dataran tinggi cukup dengan embun pengairan, berbeda dengan di dataran rendah. Kubis di pesisir Probolinggo butuh disiram seminggu dua kali.

“Jadi untuk penyiraman tanaman kubis yang saya taman dilakukan minimal seminggu dua kali. Hal tersebut karena perbedaan suhu, meskipun tanaman kubis ini tidak memerlukan banyak air, namun penyiraman harus dilakukan dengan pas,” katanya.

Selain parit di setiap petak kubis diisi dengan air, Harianto juga menyiram tanaman kubis yang sudah mengembang dengan semprotan yang dicampur dengan obat anti hama.

Saat ini tanaman kubis yang ditanam Harianto memasuki usia 65 hari, yang sangat rentan terserang hama ulat. Namun dengan perawatan yang tepat serta pemberian obat, tanaman kubisnya tumbuh bagus.

“Meski dari bibit, hingga perawatan tidak jauh beda, namun kubis dapat dipanen jauh lebih lama, di mana untuk kubis dataran tinggi usia 65 hari sudah bisa dipanen. Sedangkan kubis yang saya tanam usia 80 haru baru bisa dipanen,” ujarnya.

Penanaman kubis yang dilakukan Harianto merupakan eksperimen  di lahan sekitar satu hektare. Selama menanam kubis, Harianto dibantu seorang teman untuk merawat tanaman.

“Sebelum ditanami kubis, lahan ini ditanami cabai, dan barulah saya mencoba menanam kubis. Alhamdulillah sampai sejauh ini tanaman kubis tumbuh secara baik,” kata Harianto.

Sementara Ketua RT 2, RW 2, yang juga anggota Pokdarwis Pantai Permata Pilang, Suratji mengatakan, tanaman kubis yang berhasil ditanam di dataran rendah atau pesisir merupakan inovasi.  Dengan inovasi ini akan lebih banyak lagi petani menanam kubis di sekitarnya.

“Dengan sosialisasi,  saya berharap ada lebih banyak lagi petani di Pilang yang menanam kubis atau tanaman sayur dataran tinggi.  sehingga ke depan akan menjadi wisata baru atau agrowisata di Kota Probolinggo,” katanya. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 138 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi